Sebenarnya sudah lama agak curiga, bahwa pada hari saya menemukan si mamang itu, sebenarnya feng sui menunjukkan kesialan kalau saya pergi ke barat, tapi gue ngeyel. Jadilah saya kejebak SUPERTRAP!
Jadi ceritanya, malam itu saya berjalan
ke arah barat (berasa Wiro Sableng, "Ijinkan aku berjalan ke arah barat,
Guru!). Arah barat adalah wilayah dimana saya akan ngelewatin beberapa
tukang nasi goreng yang penuh banget sama para mahasiswi cakep yang lagi
bareng sama piarannya. Satu mahasiswi, satu piaraan. Kadang mereka lagi
ketawa-ketawa, kadang lagi ngobrol biasa, kadang lagi suap-suapan.
