Karena segala kepraktisannya itu maka
nasi goreng adalah obat penyembuh lapar paling praktis, dan saya suka
itu. Anehnya, mungkin Asosiasi Tukang Nasi Goreng Indonesia (ATNGI)
sudah menyebar mata-mata dan mereka berhasil mendeteksi keberadaan saya.
Karena faktanya, setiap saya nginep di base-camp maka para
tukang nasi goreng akan mengepung kantor! Jadi ke arah manapun saya
berusaha menyelamatkan diri, maka di delapan penjuru mata angin minimal
ada tiga tukang nasi goreng yang teriak-teriak minta dibeli.
Semua tukang nasi goreng itu sudah
pernah saya COBAIN (yah pokoknya begitu deh! nggak bisa nemuin kalimat
yang pas, jadi pake kalimat itu saja meski terkesan homo!). Tapi ada
tiga tukang nasi goreng yang sukses bikin saya mengucap janji
di bawah setumpuk komik Narutountuk nggak akan beli di sana meski mereka adalah tukang nasi goreng terakhir di dunia.
