Untuk kategori mamalia manusia, perut saya termasuk buncit berukuran di atas rata-rata. Aneh, soalnya saya nggak minum bir, nggak merokok, bahkan saya juga nggak suka melanggar ma lima atau lima hal terlarang dalam pemikiran Jawa, yaitu: madat (nenggak ecstasy sampai tepar), madon (jadi langganan Saritem, Sarkem, atau Dolly), minum (Topi Miring atau Jack Daniels?), main (judi di Christmas Island), dan maling (yang paling ngentrend ya, korupsi).
Akhirnya,
saya sering merasa kalau perut buncit adalah kutukan atau karma!
Pertanyannya: apa sih yang sudah terjadi—baik di kehidupan sekarang atau
kehidupan masa lalu—sampai saya dapet perut off-side kaya begini? Karena perasaan saya sudah jadi orang baik, sampe ma lima
juga saya jauhi (eh… bentar dulu… kalau ngeliatin gambar Sora Aoi nggak
pake baju masuk yang mana ya? Nggak ada kan? Jadi boleh kan? kan? kan?
Lagipula masa perut ini buncit cuma gara-gara ngeliatin gambar artis
bokep Jepang? Duh, nggak elit banget!)
... lanjut baca
