Di ruang kerja saya sekarang, sebenarnya
nggak ada satupun orang yang bisa ngedit film siang-siang! Kenapa? apa
ada pocong? Lho kok ada pocong siang-siang? Bisa saja lah, kalau
pocongnya salah pergaulan pasti keluarnya siang!
Bukan, ini bukan soal pocong…
tapi–berkebalikan dengan teori dasar editing yang lebih baik dilakukan
di ruang privasi yang beku sejuk–ruangan kerja ini memang panas banget.
Secara, ruang editing saya ada di lantai tiga, atapnya dari bilik
dilapis seng (bukan lebay, beneran bilik dan seng! Sialnya banyak yang
nyangka saya bohong soal fakta ini), sementara gedung tempat saya ngedit
itu 90% terbuat dari oncom kayu yang dicat coklat tua (Agak
membingungkan sih, gedung kayu tapi dicatnya dengan warna kayu… terus
buat apa juga dicat ya?). Pokoknya gedung tempat saya kerja sampe
dinamai “Gedung Kayu” ya karena itu alasannya, semuanya dari kayu!
Kebayang dong dengan kombinasi seperti itu maka mulai jam sebelas siang
ruangan ini sudah menyerap panas yang nggak bisa lagi dipantulkan
keluar. Mirip sama efek rumah kaca lah, cuma ini namanya efek gedung
kayu.
...lanjut baca
