Saturday, November 5, 2011

Beruntunglah, Manusia Terbuat dari Tanah



Di ruang kerja saya sekarang, sebenarnya nggak ada satupun orang yang bisa ngedit film siang-siang! Kenapa? apa ada pocong? Lho kok ada pocong siang-siang? Bisa saja lah, kalau pocongnya salah pergaulan pasti keluarnya siang!

Bukan, ini bukan soal pocong… tapi–berkebalikan dengan teori dasar editing yang lebih baik dilakukan di ruang privasi yang beku sejuk–ruangan kerja ini memang panas banget. Secara, ruang editing saya ada di lantai tiga, atapnya dari bilik dilapis seng (bukan lebay, beneran bilik dan seng! Sialnya banyak yang nyangka saya bohong soal fakta ini), sementara gedung tempat saya ngedit itu 90% terbuat dari oncom kayu yang dicat coklat tua (Agak membingungkan sih, gedung kayu tapi dicatnya dengan warna kayu… terus buat apa juga dicat ya?). Pokoknya gedung tempat saya kerja sampe dinamai “Gedung Kayu” ya karena itu alasannya, semuanya dari kayu! Kebayang dong dengan kombinasi seperti itu maka mulai jam sebelas siang ruangan ini sudah menyerap panas yang nggak bisa lagi dipantulkan keluar. Mirip sama efek rumah kaca lah, cuma ini namanya efek gedung kayu.