Friday, March 23, 2012

Prisia, yang Eksotik…


Saya pertama kali lihat dia itu dulu banget pas tahun-tahun 2007 atau 2008. Waktu itu tiap pagi rutin acara World Kick Off di ANTV, dan sejak menit pertama saya lihat dia… rasannya langsung jatuh cinta yakin kalau dia ini skill entertaiment nya bukan kelas rendahan. Soalnya dari cara dia membawakan acara olahraga itu kerasa banget kalau dia bisa menguasai penonton dengan sorot matanya, gerak-gerik badannya, dan suaranya (Atau memang saya lagi jatuh cinta sama dia? bodo amat! hihihi).

Terus lama-lama kepikiran kalau dia kan ada juga di iklan… Chitato gituh? Lupa lagi ah… anggap aja Chitato ya… pokoknya iklan yang dia lagi makan Chitato terus makanannya habis dan ada cowok di taman yang lagi makan Chitato juga, terus dia deketin cuma untuk ngembat Chitato-nya.


 

Tuesday, March 20, 2012

Menanti Islami Asli, Bukan Adaptasi

Dalam sebuah wawancara, Joko Anwar pernah mengatakan bahwa dalam membuat film, sutradara di Indonesia terbagi dua yaitu sutradara for hire dan sutradara yang memiliki something to say. Sebenarnya “Gelar” ini juga berlaku juga bagi para penulis novel/cerpen. Mereka yang memiliki something to say akan bekerja demi idealismenya, dan bukan mengikui keinginan penerbit yang meng-hire-nya. Mereka pun akan menghasilkan karya yang sesuai dengan idealisme mereka. Atau bila kita bicara tentang karya berlabel Islam, sang penulis mempunyai niat untuk berdakwah lewat tulisannya.

Sejauh ini, di Indonesia karya berlabel Islami lah yang banyak diangkat menjadi film. Bukankah ini adalah sesuatu yang positif? Seno Gumira Ajidarma dalam pidato untuk anugerah SEA Write Award mengatakan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang belum bisa membaca dengan benar, yakni membaca untuk meningkatkan nilai kehidupannya. Artinya masyarakat Indonesia bukan masyarakat pembaca. Jadi apa label masyarakat Indonesia? Sepertinya label “Masyarakat penonton” lebih layak untuk disandang.


 

Sunday, March 11, 2012

500 Hari yang Menyebalkan



Dari awal saya juga udah suka sama tagline nya yang menggelitik “This is not a love story, this is a story about love.” Terus dari menit pertama nonton juga saya udah kagum banget sama akting-akting pemainnya. Ditambah lagi ada dua aktris yang saya suka: ChloĆ« Moretz dan Zooey Deschanel, wew…

Buat saya akting natural dari Zooey (sekaligus suara nya yang keren banget kalau nyanyi, memang dia penyanyi kan?) justru yang bikin karakternya hidup banget, dan akibatnya setiap cowok yang nonton pasti akan sepakat kalau: Zooey menjelma jadi cewek cantik yang menyebalkan bernama Summer Finn! Sementara beberapa temen cewek yang saya tanya pendapatnya berkomentar dengan wajah lurus “Hmm, ya memang cewek wajar kok bersikap begitu kalau menghadapi cowok.” Maksudnya bukan bersikap menyebalkan, tapi bersikap seperti Summer “f*****g” Finn. (Ah, saya udah mulai terprovokasi nih)
 
 
 

Thursday, March 8, 2012

Dih… Mimpi Jadian Sama Halle Berry!


Dasar mimpi… tadi malam ga tahu deh gimana ceritanya, pokoknya ujug-ujug saya ada di sebuah ruangan mirip kantor (ga tahu deh kantor apaan). Di mimpi itu, sayaceritanya jadi pegawai kantor itu. Ternyata di salah satu meja duduk Halle Berry, dia juga pegawai kantor itu. Dan saya juga nggak sempet-sempetnya mikir “Kok artis Holywood macam dia mesti jadi pegawai kantoran sih? apa duitnya masih kurang?” 

Pokoknya lurus aja di mimpi tuh, seolah-olah Halle Berry kerja kantoran adalah hal biasa. (*nepok jidat!)
Memang saya kenal Halle Berry, tapi cuma sebatas dari film, dan sebenarnya baru setelah saya nonton film “X-Men” (Bryan Singer, 2000) disitu saya baru tahu kalau ada artis yang namanya Halle Berry… plus baru tahu kalau dia ternyata kelahiran tahun 1966 (udah tua ternyata!) .

... lanjut baca