Monday, January 30, 2012

Meneliti Industri Film Porno (Asia & Indonesia)


Tanpa bermaksud mengesampingkan negara lain, bila bicara film porno Asia maka negara Jepang lah yang perlu dikedepankan. Ternyata era industri film porno Jepang (biasa disebut JAV atau Japan Adult Video) diawali pada tahun 1960-an. Ketika itu sebagian besar penonton dewasa di Jepang beralih menonton siaran televisi Amerika hingga televisi Jepang kurang diminati. Untuk melawan kondisi ini, pada tahun 1971 stasiun televisi Toei membuat serial yang berjudul “Pinky Violence” sebagai film dewasa. Disusul stasiun televisi Nikkatsu yang meluncurkan film seri “Apartement Wife” sebagai film roman porno softcore. Film ini ternyata bisa menyelamatkan Nikkatsu dari kebangkrutan.

Namun produksi film-film porno Jepang baru benar-benar dimulai tahun 1980 dengan beredarnya AV (artinya tidak lagi mengandalkan stasiun televisi). Bintang yang terkenal di masa itu antara lain Kate Asabuki, Eri Kikuchi, dan Keiko Nakazawa.


 

Meneliti Industri Film Porno (Amerika)


Film porno memiliki sejarah yang cukup panjang, Menurut Patrick Robertson dalam bukunya “Film Facts”, film porno yang paling awal (artinya tanggalnya diketahui dengan jelas) adalah film berjudul “A L’Ecu d’Or Ou La Bonne Auberge“, yang dibuat di Prancis pada tahun 1908. Ceritanya tentang seorang tentara yang menjalin hubungan dengan seorang perempuan pelayan di sebuah penginapan. Lalu ada lagi film “El Satario” dari Argentina mungkin dibuat antara periode 1907 dan 1912.

Dalam bukunya itu pula, Robertson menjelaskan bahwa sebuah film bisa menunjukkan bagaimana konvensi-konvensi porno mula-mula ditetapkan, apalagi sejarah film porno bisa dipelajari dengan baik karena dokumentasinya tersimpan dengan rapi. Sebagai catatan saja, film-film porno tertua yang masih ada tersimpan di Kinsey Collection, Amerika.


Monday, January 23, 2012

Mbak Sora Aoi, Sini Tinggal Saja di Indonesia



Heu… berlebihan kalau saya bilang: “Saya memiliki kedekatan dengan sosok Sora Aoi.”, preeett… bisa-bisa tudingan perdana muncul “Oh, suka nonton filmnya ya?” Eh, tapi kalau itu yang dijadikan ukuran maka saya jawab iya…

Lho, saya memang pernah nonton filmnya, nggak tanggung-tanggung: 11 episode film seri “Mistery Minzoku Gakusha Yakumo Itsuki” yang diproduksi TV Asahi, dan 12 seri “Shimokita Glory Days” hasil produksi TV Tokyo. Saya nonton di rumah teman, kebetulan orangnya rada-rada maniak sama sinetron-sinetron Jepang gitu… Mengingat Sora Aoi termasuk artis AV (Adult Video) terkenal dari Jepang, mungkin ada saja yang bertanya “Apa 23 seri yang saya tonton itu film porno juga?” Sayangnya tidak, karena di Jepang ada kebebasan bagi para aktris AV untuk saling “menyebrang sisi” dengan aktris TV (Television).


 

Friday, January 6, 2012

Prekuel, Sekuel dan Spin Off




"...meskipun bisa dihitung sebagai sekuel, cerita dalam “Terminator Salvation” ini sama seperti tiga film yang disebut diatas bisa juga dibilang sebagai prekuel dari film2 sebelumnya, karena mengambil masa sebelum cerita dalam film pertamanya berawal…”
 
Dari potongan kalimat di atas, kita bisa baca dua kata yaitu: sekuel dan prekuel. Kedua kata ini jelas sangat berbeda, seperti bumi dan langit dan tidak bisa disatukan begitu saja. Jadi secara plot cerita, hampir tidak mungkin ada film yang menjadi prekuel sekaligus sekuel.